![[DITP] Logo-01.png](https://static.wixstatic.com/media/841b6c_35b587aec7484b7cb57d775b50960226~mv2.png/v1/fill/w_152,h_56,al_c,q_85,usm_0.66_1.00_0.01,enc_avif,quality_auto/%5BDITP%5D%20Logo-01.png)
NAGA DARI SELATAN
Runsmitter Club
Jambi, Indonesia
Naga dari Selatan menempatkan sungai bukan sekadar sebagai lanskap ekologis, melainkan sebagai ruang pertunjukan yang menyimpan ingatan evolusi, migrasi, dan ketahanan lintas spesies. Melalui figur Tiktaalik sebagai metafora makhluk yang melintasi batas antara air dan daratan, karya ini memaknai posisi "antara" sebagai proses kemenjadian yang terus berlangsung, sekaligus menghadirkan wilayah sebagai jaringan relasi, sirkulasi energi, dan memori tubuh yang senantiasa berubah. Dengan membenturkan narasi evolusi biodiversitas pada realitas sungai-sungai Sumatera pasca-industri yang mengalami transformasi dan degradasi ekologis, karya ini menunjukkan bahwa krisis lingkungan bukan sekadar persoalan ilmiah, melainkan konsekuensi dari sistem kuasa yang membentuk sekaligus merusak ruang hidup. Melalui perpaduan bunyi, citra visual, gestur tubuh, dan narasi akuatik, Naga dari Selatan mengajak penonton mengalami tubuh sebagai antarmuka yang terhubung dengan air, makhluk hidup lain, dan ingatan ekologis yang tak kasatmata. Sejalan dengan gagasan kuratorial, karya ini memosisikan seni pertunjukan sebagai laboratorium pengetahuan yang membuka pembacaan atas peta-peta niskala, sekaligus menawarkan cara baru untuk membayangkan kembali relasi manusia, alam, dan kehidupan sebagai lanskap kosmologis yang saling bergantung.




