top of page
KV DITP pecahan - topografi.png

DJAKARTA
INTERNATIONAL
THEATER
PLATFORM

Djakarta International Theater Platform adalah ruang dan lingkungan yang dirancang untuk mendorong pembentukan hubungan antarbudaya yang kritis dalam ranah seni pertunjukan lintas disiplin. Platform ini berinteraksi dengan kompleksitas sosial-politik dari ketidakteraturan internasional sambil tetap terbuka pada kemungkinan untuk membentuk dunia global melalui imajinasi artistik. Djakarta International Theater Platform mengkurasi proses kolaboratif dan pertukaran yang bersahabat melalui produksi pertunjukan, residensi, inkubasi, dan simposium.

 

 

Djakarta International Theater Platform is a space and environment designed to catalyze the critical formation of intercultural relationships within the cross-disciplinary realm of performing arts. The platform engages with the socio-political complexities of international dis/order while remaining open to possibilities of worlding the global through artistic imagination. It curates collaborative processes and convivial exchanges through performance productions, residencies, incubation, and symposium.

 

 

BUMANTARA

Untuk edisi 2025-2027, Djakarta International Theater Platform mengadopsi Bumantara sebagai kompas kritis untuk menavigasi koneksi, kolaborasi, dan keramahan lintas disiplin artistik, batas-batas negara, dan imajinasi budaya. Berorientasi pada wilayah Asia Tenggara yang berada di antara, DITP berusaha untuk mengkonfigurasi ulang bagaimana kita mengalami dan menampilkan wilayah ini-bukan sebagai entitas geopolitik yang kaku, tetapi sebagai ruang keintiman dan kemungkinan.

Bumantara adalah sebuah konsep futuris yang dicetuskan oleh intelektual Indonesia Sutan Takdir Alisjahbana (STA), yang menggabungkan bumi dan antara untuk memetakan Asia Tenggara sebagai sebuah entitas geopolitik yang dinamis. Diperkenalkan pada tahun 1975 di tengah perdebatan pasca-ASEAN dan ketegangan Perang Dingin, Bumantara menawarkan visi internasionalisme yang cerdas yang menantang marginalisasi Asia Tenggara dalam tatanan dunia yang hegemon.

For its 2025–2027 edition, the Djakarta International Theater Platform adopts Bumantara as a critical compass for navigating connections, collaborations, and hospitality across artistic disciplines, national borders, and cultural imaginaries. Grounded in Southeast Asia as a region of the in-between, DITP seeks to reconfigure how we experience and perform this region—not as a fixed geopolitical entity, but as a space of intimacy, encounter, and possibility.

Bumantara is a visionary concept proposed by the Indonesian intellectual Sutan Takdir Alisjahbana (STA), combining the words bumi (earth) and antara (in-between) to imagine Southeast Asia as a dynamic geopolitical formation. Introduced in 1987 amid post-ASEAN debates and the geopolitical tensions of the Cold War, Bumantara articulated a forward-looking vision of internationalism that challenged the marginalization of Southeast Asia within a hegemonic world order.

MEDIA PARTNER:

MEDPAR.png

HOTEL PARTNER:

Logo PRS_Hijau.png

MITRA PELAKSANA:

Logo Gema Citra Nusantara.png
bottom of page